RSS

Surat Terbuka untuk Seluruh Mahasiswa UPNVJ



Saya memang bukan siapa-siapa, hanya seorang mahasiswi semester 2.
Jika ada yang bilang saya belum cukup pengetahuan itu benar, dan jika ada yang bilang saya belum punya banyak pengalaman dalam berorganisasi pun itu benar. Di sini saya hanya ingin menulis apa yang jadi pendapat saya dan yang saya rasakan---yang juga sering saya dengar dari teman-teman semua terutama bagi angkatan 2015. dan sudah pasti kita semua memiliki pendapat yang berbeda. Saya dengan sangat amat senang apabila menerima kritik dan saran dari siapa pun, saya siap untuk meminta maaf jika apa yang akan saya tulis adalah suatu kesalahan. Saya menulisnya tanpa bermaksud mendahului siapa-siapa, tapi tidak mengurangi niat saya untuk mengatakannya dengan jujur.

Biaya uang semester di Universitas Pembangunan Nasional 'VETERAN' Jakarta yang lebih mahal dari universitas negeri lainnya merupakan topik hangat yang bukan satu atau dua kali saya dengar dari rekan-rekan mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang berteriak sembunyi-sembunyi berharap biaya uang semester bisa diturunkan.

Agaknya saya kurang setuju akan hal ini, saya lebih setuju agar biaya kuliah disesuaikan daripada diturunkan. Percuma saja biaya semester turun kalau tidak sesuai. Kita semua tahu bicara soal uang adalah hal yang paling sensitif, begitu pun mengenai uang pangkal mahasiswa jalur mandiri yang terlampau mahal ketimbang mahasiswa yang masuk melalui jalur SBMPTN yang tanpa uang pangkal.

Jika memang benar adanya sistem subsidi silang, saya rasa uang semester peserta SBMPTN sudah mencukupi untuk membayar biaya kuliahnya sendiri selama satu semester tanpa perlu subsidi dari mereka peserta jalur mandiri. Toh, biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 6.400.000 per satu semester tanpa memerhatikan berapa pun jumlah sks yang diambil dan ini hanya berlaku bagi angkatan tahun 2015. Lagi-lagi saya merasa tidak adil, beruntung sekali mahasiswa yang masuk lebih dulu sebelum tahun 2015. Selain ujian masuk yang lebih mudah, biaya kuliah yang dikeluarkan juga lebih murah. Bukankah nantinya kita sama-sama akan lulus dari universitas negeri yang sama? Lantas, kenapa ada perbedaan? Saya rasa fasilitas yang diperoleh dari kampus pun sama, tidak ada beda, kurang ataupun lebih.

Jujur, saya kesal saat tahu bahwa pengajuan untuk pengurangan dana ukt belum sesuai, belum jatuh kepada yang betul-betul tepat membutuhkan. Pengajuan pengurangan dana ini di fasilitasi kampus bagi mereka yang merasa butuh pengurangan biaya semester dan memenuhi syarat beserta prosedur yang berlaku. Semua orang sudah pasti membutuhkan uang, tapi yang saya maksud adalah mereka yang harus bersusah payah mengejar gelar sarjana dengan segala keterbatasan finansial. Dilain pihak yang 'diberi kesempatan' justru menggunakan uang tersebut untuk hal-hal diluar kebutuhan kuliah, mereka dengan bangga menerima pengurangan biaya yang bukan haknya. Membatasi hak termasuk kesuksesan seseorang meraih gelar sarjana adalah suatu kesalahan, betapa tega sekali bisa berkuliah dengan tenang memakai uang hak mereka yang justru tersendat-sendat demi bertahan di tengah biaya kuliah yang tidak murah.

Saya rasa universitas bukanlah wadah untuk mencetak calon para koruptor handal, Saya tidak menyudutkan siapapun. Kurangnya pengawasan yang ketat dalam proses yang membuat hal semacam ini bisa terjadi. Terlalu banyak rumor mengenai uang kuliah di UPNVJ, maka adanya transparansi dana oleh pihak pengelola sangat diharapkan.

Mengingat tidak sedikit calon mahasiswa yang mengundurkan diri karena kekurangan finansial, hal ini tentu sangat disayangkan. Coba bayangkan ada berapa banyak mahasiswa yang bisa terselamatkan mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi jika dana beasiswa benar-benar tersalurkan dengan baik? Miris sekali, kesempatan mereka untuk berprestasi dan berkembang justru terhambat tanpa ada yang mewadahi.

Satu hal lagi, alasan saya tidak setuju adanya penurunan, melainkan lebih ditekan pada penyesuaian adalah karena saya yakin ada banyak yang tidak keberatan dengan biaya semester di UPNVJ saat ini, meski jauh lebih banyak yang menganggap biaya semester terlalu mahal. Misal penurunan biaya dipukul rata Rp 1.000.000, maka tidak akan jadi masalah bagi mereka yang bekecukupan tapi mungkin saja masih ada yang merasa terbebankan. Akan lebih adil jika dilakukan penggolongan biaya semester sesuai dengan penghasilan orang tua. Untuk apa pula ada pengurangan dana bagi yang mampu membayar uang kuliah yang mahal sekalipun? Untuk apa diperjuangkan sedang mereka justru menghambur-hamburkan uang tersebut?

Impian adanya penyesuaian biaya semester akan selamanya jadi angan-angan tanpa kita semua bersama-sama mencari solusi atas hal tersebut. Percuma jika hanya ada segelintir orang yang berjuang untuk kepentingan bersama dan itu tidaklah adil. Terlepas dari apapun kepentingan para petinggi, jika kita semua bersatu bersama-sama menyuarakannya dengan bijak, saya yakin itu akan lebih didengar ketimbang hanya suara segelintir orang.

Mungkin banyak dari mahasiswa yang tidak peduli akan hal ini dan hanya mempedulikan nilai-nilai semester agar bisa cepat lulus. Itu tidak jadi masalah, setiap orang berhak memilih. Siapa pula yang tidak bangga menjadi cumlaude? Tapi menurut saya, menyuarakan apa yang sudah seharusnya menjadi hak bukanlah suatu yang salah.

Saya tidak akan menyimpulkan apapun, biar siapapun yang membaca berhak menyimpulkan sendiri ke mana arah tulisan ini. Saya berharap apapun yang teman-teman semua rasakan khususnya angkatan tahun 2015 tidak terulang lagi untuk calon mahasiswa tahun 2016 ini.

Sekiranya masih ada banyak hal yang belum bisa saya sampaikan, dukungan dan doa dari teman-teman semua agar masalah ini bisa teratasi dengan sebaik-baiknya sangatlah berarti. semoga ada satu dua orang yang tergelitik hatinya untuk mau ikut menyuarakan pendapat atau sekedar berbagi cerita tanpa terkotak-kotak maupun mengingat batasan-batasan untuk datang langsung dan pintu BEM-U UPNVJ akan selalu terbuka untuk kalian semua.

Dengan setulus hati saya ucapkan terima kasih bagi semua pihak yang turut membantu demi meninggalkan 'jejak' bermanfaat bagi kampus perjuangan UPNVJ.

Jika nelayan diberi arah petunjuk oleh bintang-bintang di langit, semoga kita semua segera menemukan bintang tersebut.

#salammahasiswa #hidupmahasiswa #bemupnvj #deprpendidikanbemupnvj

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Realita Kehidupan

pernah kah kamu merasa..
sekali saja dalam hidupmu, seperti seolah semua orang menghilang
dan hanya ada kamu sendirian? 

sementara kamu terbaring penuh luka,
setelah terjatuh dari sebuah tebing.
bayangkan hanya ada angin yang berhembus kencang,
menerpa tubuhmu dan menambah sakit seluruh luka itu.

kamu menatap langit yang masih biru dan indah.
kamu berfikir kenapa hanya kamu yang merasakan sakit?
kemana perginya semua orang? dimana setiap orang yang mengaku peduli?
mengaku sayang? dimanakah mereka? tapi yang tersisa hanya tinggal kamu seorang.
bahkan semua kenangan indah yang pernah dilewati dengan
orang-orang tersayang hanyalah sebuah kenangan.
tertinggal jauh dibelakang dan tidak berarti untuk kamu sekarang.

pada saat itu kamu juga mulai menyalahkan tuhan atas apa yang menimpamu
dan memakinya karena telah melakukan semua itu padamu.
meninggalkan kamu sendirian, mencampakan mu.
lalu kamu bertanya padaNya "Apa salahku? kenapa semua ini terjadi padaku? "
tapi kamu tidak pernah bertanya pada dirimu sendiri.

diluar pengetahuanmu, Tuhan telah menyiapkan berjuta rencana untukmu.
ada banyak rahasia alam yang belum terungkap karena satu alasan;
" belum saatnya". Kamu tidak pernah tau di tempat lain, di seberang tebing sana,
di waktu yang sama juga denganmu.
Ada oranglain yang juga merasakan hal serupa denganmu.
Kamu juga tidak pernah tau seberapa luas kekuasaan Tuhan.
Bahkan, sebelum kamu sempat menyadari cobaan yang menimpamu.
Tuhan sudah lebih dulu menghiburmu,
untuk menguatkan hatimu dengan menghadirkan awan dan langit yang terbentang indah
bagai lukisan angkasa.
Itu juga di maksudkannya agar kamu lebih mendekatkan diri kepadaNya. So? Think again...

@Mayangrmld

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Oma dan tukang ac


Kebiasaan anak kost pas lagi libur, kalo ga tidur ya main.
Main sampe pulang pagi abis gitu tidur sampe siang.
Hidup gak ada yang atur dan gak punya aturan.
Mau kamar berantakan kaya apa juga cuek aja, toh ga ada oranglain, ya gak ?
makan ? ya seadanya, sehemat mungkin biar bisa cukup sampe abis bulan.
Nunggu transferan dari ortu lagi, biar ga make uang sekolah buat makan.
Pengennya sih cari uang sendiri biar ga ngandelin ortu, tapikan uang ga ada yang buang!
Terus gue harus cari kemana ? jadi, gue putusin buat tetap setia menunggu uang dari 
bokap nyokap tercinta, dududu...

Pernah suatu ketika *weilah.. gue baru balik ke kostan sekitar jam setengah  4 pagi.
Gak tau kenapa gembok jadi susah banget dibuka terus tiba tiba ada angin kenceng gitu,
gue makin gemeteran buka kunci.
Gue coba rileks-diem-baca doa terus tarik nafas panjang.
Gak tau juga si biar kenapa? Yang jelas gue cuma kepikiran begitu..
pintu pager bisa kebuka tuh akhirnya dan selama gue tinggal di kostan,
bodohnya gue ga pernah hafal sama kunci gembok, pintu depan,
garasi dan kamar yang gue kumpulin jadi satu.
Udah lagi panik, gue harus nyari kunci pintu depan.
Ribet banget kan tuh? Tapi sebisa mungkin gue gak ngeluarin suara.
Kalo oma si pemilik kost sampe denger,
bisa-bisa gue dikira maling lagi berusaha ngebuka pintu. 
Begitu pintu kebuka gue langsung lari masuk kamar.
Nyalain ac, ganti baju terus tidur biar di sangka belum bangun sama tetangga-tetangga kamar sebelah,
gue berusaha kamar gue tetep hening karna kalo sampe si oma tau
gue baru balik jam segini,
bisabisa besoknya gue gak bakal dikasih masuk lagi.
Ya maklumlah kostan gue kan kostan putri,
paling malem Cuma boleh sampe jam 9 aja dan itupun gak boleh di anter sama cowok.
Lebay bingits kan??? Ehh aturan bro aturan..

Gue pulang jam segini juga ada alesannya, apalagi gue bukan tipikal
cewe-cewe nakal yang hobby banget pulang malem atau hangout sampe pagi.
Pertama, karena kalo pulang sore pasti macet.
Kedua, kalo pulang malem di gang jalan arah ke kostan pasti banyak
banget cowok-cowok yang sering minum sampe mabok, gue jadi parno sendiri.
Dan yang terakhir gue gak bisa tidur sebelum jam 5 pagi
jadi bete juga kan gue di kostan sendiri,
mending gue main di kostan temen gue. Ya gak?

Siangnya, sekitar jam 2.
Gue kebangun karna suara panggilan telp dari hp gue berkali-kali.
Pas gue liat nickname nya “ko dio’’ cucunya pemilik kost,
gue yang tadinya ngantuk langsung bangun.
Gue liat kalender  takut kalo gue ternyata telat bayar kostan sampe di telp segala,
abis gak biasanya juga ko dio nelp gue.
Tapi tanggalan masih 25. Baru deh gue pede tuh angkat telp dari koko ganteng.

“hallo ko,” jawab gue dengan suara serak khas bangun tidur.
“eh de? Sorry? Baru bangun ya?”
“engga kok, ko Dio. Ada apa ?’’
‘’itu ac kan rusak, harus di benerinnya langsung dari kamar kamu.
Nanti 5 menit lagi ada tukang servis yang dateng,
kamu keluar sebentar yah? Maaf ganggu waktu istirahatnya,”
“iya ko gapapa”

Abis nutup telp gue langsung liat kearah ac,
pantes kamar panas banget, gue kira gara-gara semalem ada angin kenceng diluar.
Gue jadi ngerasa panas pas masuk ke kamar.
Gue langsung masukin baju-baju yang gue gantung asal kedalem lemari,
semuanya apa aja yang bisa masuk ya gue masukin.
Terus lemarinya gue kunci, jadi kamar gue rapih dalam beberapa menit.
Gak enak juga kan nanti kalo tukang acnya masuk terus dia ngedumel,
 “kamarnya perempuan ko kaya kandang sapi’’
Gak berapa lama kamar gue di ketuk,
dengan muka yang masih kusut dan rambut berantakan gue keluar.
Ada 2 tukang servis ac dan oma yang ikut mandu.
Oma Cuma senyum ngeliat gue yang masih acak-acakan.
Gue setengah bersyukur ada oma,
jadi kalo tukang ac nya butuh sesuatu kan jadi ada oma yang ngambilin.
Gue yang masih ngantuk banget dan setengah sadar, manabisa bantuin.
Oma naik ke lantai atas karna salah satu dari tukang servis itu minta ambilin tangga.
Tukang servisnya ada 2.Yang satu matanya kurang sempurna agak jereng gitu,
yang satunya sedikit tuli dan ngomongnya kurang jelas.

 Awalnya gue mikir gue kali yang masih ngantuk jadi salah liat dan salah denger juga.
Tapi pas gue perhatiin emang bener begitu.
Ga  ngeledek! Sumpah!  malah gue salut sama 2 orang ini karna dengan fisik yang
kurang sempurna dia masih mau kerja.
seengganya masih bermanfaat buat orang lain dan
mereka berdua saling ngelengkapin.
Kita sebut aja kedua tukang servis ac ini, si A dan si B.
Tukang A yang ngomongnya kurang jelas nanya ke gue,
karna ga terbiasa gue ga bisa nangkep maksudnya apa.
 Gue cuma naikin alis tanda ga ngerti dan masang muka bingung.
Temennya yang satu, tukang B langsung ngulangin
kalimat yang diucapin temennya.
Pas banget dia ngomong oma turun dari lantai atas.
Gue tau tukang B itu ngomong sama gue tapi matanya
ke oma yang lagi nurunin tangga.
Suaranya jelas tapi karna masih ngantuk gue gak ngerti dia ngomong apa.
Otak gue masih belum bisa nangkep omongan dia,
semua yang gue liat dan denger masih samar-samar.

Oma yang baru turun dari lantai atas sambil bawa tangga,
langsung naik lagi begitu denger si tukang B ini ngomong.
Gue bingung kenapa tangganya oma bawa naik lagi,
padahal kan baru aja di bawa turun.
“ahh paling tadi tukang Ac  ini bilang sesuatu ke oma kalo dia ga perlu tangga lagi,”
pikir gue dalem hati.
Tapi gue mikir lagi, bukannya tadi ini tukang Ac ngomongnya ke gue?
Etapi kan mungkin aja si tukang ac itu tadinya mau bilang ke gue,
bilang oma kalo dia ga perlu tangga.
Abis mikir gitu gue woles lagi duduk santai,
tangan sambil nutup mulut biar nutupin gue yang nguap melulu.

Si tukang yang A ngambil kain lap dari  dalem ember 
berisi air lumayan penuh yang baru aja oma bawa dari lantai atas.
Terus dia bilang, “Tangg-a a maa-na?”
si tukang B buru-buru ngucapin lagi omongan temennya,
”Tangganya mana?” oma yang masih kecapean dari lantai atas abis bawa ember penuh
air itu langsung marah,
“tangga ? tadi saya bawa kebawah, katanya perlu ember.
Gimana sih ? emang kamu fikir bawa begitu gak berat apa?
kamu gak liat saya ini perempuan, hah? Dasar anak jaman sekarang,
pemalas semua!! Udah tuh kerjain sendiri, bodoamat!
 kata oma judes sambil nendang ember.
Kedua tukang Ac itu Cuma ngeliatin oma bingung,
ketauan dari matanya yang kedap-kedip cepet begitu.
Gue Cuma bengong ngeliat adegan barusan,
gue kaya abis nonton film serial drama mandarin,
yang kalo ada anak nakal di omelin ibunya yang judes banget.
Beuh oma kalo udah marah, chinesenya keliatan banget.

Akhirnya itu tukang Ac ngebenerinnya sambil naik lemari kamar gu karna si oma gak mau lagi ngambilin tangga dari lantai atas.
Gak beberapa lama setelah Ac nya selesai, oma turun lagi buat ngasih uang ke tukang servis Ac.
Ko bisa ya oma tau kalo udah selesai? Oh mungkin aja mereka bisa telepati, iya mungkin.
Abis gitu oma langsung naik lagi dan kayanya dia masih bete.
Kedua tukang Ac itu akhirnya nyamperin gue, ngomong sesuatu.
Tapi gak tau kenapa gue jadi gak konek lagi mereka bilang apa.
gue jadi ga bisa nangkep omongan orang,
mungkin efek gue ketiduran sambil duduk pas lagi nungguin ac nya kelar.
Gue coba buat fokus tapi tetep samar,
yaudah gue simpulin kalo kedua tukang ac ini Cuma mau pamit pulang karna acnya udah selesai,
dan mungkin dia mau minta maaf ke gue atas insiden yang tadi.
Yaudah gue langsung senyum terus bilang makasih.
situkang ac itu senyum balik terus pulang, tuhkan bener! jago banget gue,
gue tersenyum puas dan langsung tidur lagi.

Sorenya gue keluar kamar buat beli makanan, lupa kalo daritadi gue belum makan.
Pas baru sampe ruang tamu gue ketemu oma lagi duduk santai. Berhubung gue liat dia ya gue sapa.

“kamu ko tadi ga bilang aja ke oma kalo tukangnya udah selesai, kan oma males nemuin lagi,”
kata oma langsung ngomong gitu ke gue.
“ehh?” gue bingung maksudnya oma.
“ah dasar kamu, laper ya ? sampe gak ngerti oma ngomong apa?
yaudah sana makan dulu, makanya lain kali jangan telat makan,”

Gue buru-buru keluar,sambil senyum ke oma.
Gue bingung kenapa oma tiba-tiba ngomongin tukang, emang tukang apaan?
Atau si oma lagi kenapa sih? Apa muka gue segitu kusutnya sampe oma gak bisa ngenalin.
Bisa aja kan oma ngomong gitu karna salah orang.
Di jalan pulang abis beli makanan gue baru sadar kalo yang di maksud oma ya tukang ac,
dan ternyata kejadian itu emang beneran.
Bukan Cuma dalem mimpi gue aja. Tapi gue Cuma bisa inget sedikit dari kejadian tadi siang,
bisa jadi ga ada setengahnya yang gue inget.
Sebelum masuk kamar Ko Dio nyapa gue ramah,

“hey de, abis darimana? Kamu liat oma gak?”
“hey ko, emm-tadi sih di ruang tamu ko,”
“katanya tadi oma marah sama tukang servis ac? Maaf ya emang kadang dia suka begitu,”
“iya ko, wajar mungkin oma lagi cape,” kata gue boong.
Lagian Ko Dio ngapain minta maaf ke gue, kan oma marahnya sama tukang ac. -Kata gue dalem hati.
“terus tukang ac nya bilang apa?”
“ac nya udah kaya biasa lagi, udah bisa di pake,” jawab gue asal.
“ac nya gak rusak?” kata ko dio lagi, gak puas sama jawaban gue barusan.
“Cuma agak bocor jadinya gak panas, tapikan udah di benerin jadi udah gapapa,” jawab gue sok tau.
“tapi kayanya servisnya sekarang udah ga bagus, padahal udah jadi langganan 2 tahun.
Masa Cuma bilang begitu, kalo sering rusak lagi kan percuma,” kata ko dio serius
Gue Cuma natap ko dia pake muka bingung, asli bingung gue mau ngomong apa.
“yaudah besok saya cari tukang servis baru deh,”
Ngeliat gue tetep gak ngerespon apa-apa,
mungkin dia ngiranya gue gak tertarik ngebahas hal begini.
Ko dio langsung jalan ke arah ruang tamu dan gue langsung masuk kamar.

Pertama kalinya dalam hidup gue, gue ngerasa banget bersalah.
Gue sadar gue yang menyebabkan terjadinya kesalahpahaman antara oma-tukang ac-ko dio
*etlebaylagi
Gue jadi sebel sama sikap cuek dan bodoamatannya gue, masa iya gara-gara gue.
Gue jadi mutusin tali silaturahmi dan rezeki oranglain.
Andai aja bisa keulang, gue ga akan kaya gitu deh. Janji! Andaiii...

Emang sih Cuma karna hal biasa, Cuma karna kesalahan kecil.
tapi tanpa kita tau, itu punya dampak penting buat orang lain.
Kaya cerita gue misalnya, si tukang ac itu kan jadi di cap jelek selamanya sama oma dan ko dio.
Ya gue sih ga bermaksud sok tau, Cuma berbagi aja! Siapa tau bisa bermanfaat.

Happy reading, @Mayangrmld

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Without You

Six years ago, there was a boy
he was like a star in the sky
he gave me strength. gave me dream
we had a promise always together
i trust him, i give my heart
he made everything perfect

but then, he went away
far, far away, without a trace
i have been waiting for him everyday, everynight
i miss him from a distance
i know.. this is hard for me
but i know, no one like him

he said, he'd come back
but he never came
now, he returns but... i don't want him
everything has changed
different since you left

he made it that way
he broke it once and now..
i don't want him anymore
i don't want to get hurt again

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Di Bawah Langit Sore

Aku dan dia sudah berteman sejak kami SMP. Berawal dari sapaan biasa, obrolan singkat jam istirahat. entah sejak kapan dia menjadi bagian penting untukku,"Dion dan Maura sahabat selamanya"

Masih sama seperti dulu. dia tetap menjadi Maura yang ku kenal; cantik, baik, ramah, perempuan aktif yang selalu dikelilingi banyak teman, juga periang seolah tubuhnya tidak pernah merasa lelah. sangat jauh berbeda dari aku, Dion yang selalu  sendiri. tubuhku tak memungkinkan untuk aku beraktivitas seperti anak seusia ku kebanyakan, aku harus terus bertahan melawan banyak virus dalam tubuhku. satu-satunya yang mau berteman denganku hanyalah Maura, meski tak pernah aku mengerti kenapa dia masih tetap mau berteman denganku walau kini kami masuk SMA yang berbeda.

Hingga beberapa bulan setelah kami masuk SMA, aku melihat Maura menangis, entah untuk yang keberapa kali dia patah hati. Tapi kali ini aku merasa ada hal yang berbeda . Maura menangis begitu lepas, setiap tetes air matanya tampak begitu tulus, tubuh mungilnya terduduk memeluk lutut. Dia menangis seolah dia seorang diri tanpa aku. wajahnya pucat seperti bukan dia biasanya. Aku menatapnya lirih, ikut merasa sedih, bahkan marah pada orang yang tega membuatnya terluka.


Sama seperti dugaanku sebelumnya, hanya butuh waktu 1 minggu dia sudah seperti biasa. seolah tak terjadi apa-apa. aku berusaha menghibur dengan memainkan lagu favoritnya dengan gitarku, lalu dia akan bernyanyi dan tersenyum. tapi justru dialah yang sebenarnya menghiburku. Ketika kami hendak pulang, dia tertegun menatap sekumpulan gadis seusia kami yang sedang bersepeda sore hari. tentu saja aku bingung melihatnya, lalu dia berkata bahwa dia tidak bisa naik sepeda dan ingin sekali bersepeda. aku memintanya menunggu sebentar dan aku segera berlari kerumah mengambil sepeda untuk memboncengnya berkeliling. senang bisa membuat dia tersenyum, tak kurasakan lagi dadaku yang sedaritadi mulai sesak.
 
Beberapa hari setelah bersepeda sore itu, aku tidak bertemu Maura. dia tidak mengangkat telpon dan bahkan tak membalas pesan dariku. mungkin dia sedang sibuk dengan teman-temannya. Siang ini sepulang sekolah aku hanya ingin tidur. hingga aku mendengar berulang-ulang namaku dipanggil. aku keluar rumah. terkejut melihat banyak teman yang membawa kue ulang tahun. berkat Maura ulang tahun ku terasa lebih bahagia tahun ini.

Sudah lama aku tak merasa sakit , aku mengira bahwa aku hampir sembuh tapi ternyata salah. dokter memvonis penyakitku sudah semakin parah. aku harus dirawat dikamar rumah sakit yang biasa aku tempati. seperti sebelumnya, hanya ada keluarga dan Maura yang ada disisi ranjang kamar ini. tapi itu sudah lebih dari cukup untukku, meski tak pernah ada teman yang datang menjenguk. lagipula aku benci pada mereka yang selalu menatapku kasihan. seolah aku adalah anak paling menderita. hanya Maura yang memandangku dengan tatapan mengerti, seperti dia merasakan hal yang sama denganku. Dia selalu bilang, "biar bagaimanapun dokter hanya memvonis, takdir cuma tuhan yang tau, jadi Dion gak boleh patah semangat" setiap kali mendengarnya hatiku menjadi lebih tenang, aku lebih semangat untuk terus hidup, demi tetap bisa melihat sinar mata dan senyumnya yang indah.

Pada suatu sore aku melihat Maura diganggu oleh kakak-kakak berandal setidaknya begitulah panggilanku untuk kakak kelas yang selalu mengganggu adik kelasnya dan bertindak semena-mena. aku langsung meninju salah satu dari mereka walau aku tau aku tidak akan bisa melawan mereka dengan tubuhku yang seperti ini, tapi saat itu aku hanya ingin melindungi Maura. Mereka marah dan membantingku ke tanah lalu memukuliku. Saat itu terdengar isak tangis Maura semakin kencang. dia berteriak minta tolong, menariki baju-baju kaka kelas itu lalu menangis lagi. Entahlah yang jelas dia berusaha membantuku.hingga kami ditolong oleh sekelompok mahasiswa dan tiba-tiba kepalaku terbentur benda keras, darah mulai mengalir lalu semuanya redup.

Tak beberapa lama aku sadarkan diri, tapi semuanya tetap gelap. aku tidak dapat melihat apapun, mamah yang terus mengenggam erat tangan ku dan banyak dokter yang mulai memeriksa membuat aku tau bahwa kini aku berada di Rumah Sakit." ya tuhan kenapa lagi".

Ternyata penyakitku sudah semakin parah, aku harus rela kehilangan kedua mataku. semua terasa gelap, kosong dan hampa. aku benci pada diriku sendiri yang kini tak berguna. Selama beberapa minggu aku menjadi lebih pemarah, tidak ingin ditemui siapapun. aku tidak lagi ingin hidup. Setelah 2 bulan dokter memberi kabar baik, bahwa ada seseorang yang mendonorkan matanya untukku.aku sangat senang dan ingin cepat melakukan operasi. Setelah operasi usai aku diperkenankan membuka mataku perlahan. kulihat samar kedua orang tuaku yang menatapku lega lalu dokter yang tersenyum, semua terlihat lebih indah dengan ,mata baru ini. siapapun pemiliknya. Terimakasih..

aku bersyukur telah melewati saat-saat menyedihkan, aku baru  ingat sudah lama tidak mendengar suara maura lagi. bagaimana keadaannya pun aku tidak tau. atau mungkin dia merasa bersalah karena membuatku masuk rumah sakit sehingga tidak berani menemuiku. padahal jelas itu bukan salahnya. tanpa kupinta mama dan papa mengantarku kerumah Maura, tidak biasanya kakaku juga ikut kesana. Mungkin mereka bisa membaca pikiranku, aku memang sangat ingin bertemu Maura. rumah maura tampak ramai, sepertinya sedang banyak kedatangan tamu. mereka semua memakai baju hitam yang tidak aku kenali siapa mereka. diatas pagarnya ada banyak bendera kuning, di halamannya tersebar banyak bunga mawar kesukaan Maura. aku sontak berlari kedalam tanpa menghiraukan panggilan mama. ketika aku masuk semua orang langsung menatapku dengan pandangan yang tidak biasa, lalu satu persatu orang menjauh. sehingga bisa aku lihat Maura yang sedang tertidur kaku, matanya terpejam tak mau melihat isakan tangis orang-orang yang berada didekatnya, wajahnya lebih pucat. seketika aku disadarkan bahwa Maura telah pergi dan tak akan pernah kembali. Perasaan hancur mulai menjalar keseluruh tubuhku bahkan lebih sakit dari kenyataan sewaktu aku buta. air mata mengalir dengan sendirinya terus membasahi pipiku. saat itu waktu seakan berhenti bersamaan dengan nafasku. di tambah baru ku tau bahwa selama ini Maura sakit dengan vonis bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. di saat kritisnya dia berjuang sendiri melawan penyakitnya tanpa ada aku disampingnya, bahkan dia slalu mengkhawatirkan aku dan dia pun rela memberikan mata indahnya untukku, "Maura puteri malaikat, terimakasih" aku memeluk dan mengguncang pelan tubuhnya berharap dia membalas ucapanku....

Beberapa tahun setelah kepergian Maura, kini aku berdiri dengan jas putihku dan membawa sebuket bunga mawar putih, "Maura sayang, sekarang aku udah jadi dokter seperti impian kamu jadi malaikat penyembuh untuk semua orang, dokter yang baik sama siapapun pasiennya, kamu malaikat penyembuh untuk hidup aku tanpa kamu harus jadi dokter. Maura, terimakasih" aku meletakkan bunga itu dan perlahan pergi dari makam Maura.
@Mayangmaulidaa



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS